|
Di atas kertas hasil pemilu, sudah terpetakan calon-calon pemimpin bangsa itu. Sistem politik yang dibuat, memang menghasilkan 9 partai saja yang berhak duduk di kursi parlemen, artinya mereka-lah yang kini pegang kendali kemudi politik. Jusuf Kalla-Wiranto dengan kepercayaan diri sudah melangkah, jadi paket jadi yang ikut kompetisi Pilpres. Tidak tanggung-tanggung, pasangan JK-Win, begitu mereka sebut dirinya, memilih Tugu Proklamasi sebagai lokasi deklarasi. Ada pernyataan yang disampaikan mirip dengan teks Proklamasi, hanya mendapat tambahan konteks masa kini. JK selalu tersenyum, memandang kamera televisi dan pewarta foto. Di sisinya, Wiranto mendampingi sebagai calon Wakil Presiden. Kalau ingat visualisasi ini, selintas tokoh Nagabonar muncul di kepala saya. Di lokasi tersebut, beberapa protes warga juga sering dilakukan, terutama upaya menggelorakan tuntutan atas hak-hak rakyat yang terampas oleh praktek buruk kekuasaan. Mereka tak sedang melucu, tapi tampil sangat serius di sana. Membacakan pernyataan sikap dan mendeklarasikan bahwa merekalah yang layak dipilih oleh rakyat. Pasangan lain? Hingga kini masih belum jelas siapa yang mendampingi SBY dan Megawati. Tampaknya, dua pasang capres ini masih butuh waktu. Hanya saja, ingin saya cuplikan "bocoran" pemandangan umum seorang pemerhati politik di Warung Soto Cak Sukar di Jl Kaliurang, bahwa semuanya nama-nama sudah di kantongi, tinggal di umumkan saja. Siapa calon masing-masing? SBY pilih sapa? Mega menggandeng siapa? Ini bulan Mei, langkah cepat perlu diambil segera. "Ah, nama-nama itu paling tidak harus bisa membuka pundi-pundi keuangan internasional, siapa itu? Tebak sendiri lah," katanya. Wah, wah, wah! |
| Leave a Comment: |